• 17

    Aug

    Yus Badudu Bicara Dirgahayu

    Para pecinta Bahasa Indonesia pasti kenal atau paling tidak pernah tahu nama Yus Badudu, yaitu seorang ahli Bahasa Indonesia dan penulis buku-buku pelajaran, buku ilmiah, serta beberapa kamus Bahasa Indonesia. Beliau sangat dikenal karena membawakan acara “Pembinaan Bahasa Indonesia” di TVRI sekitar tahun 1979. Nah, bertepatan dengan Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-68, secara kebetulan kami menemukan kliping tentang pemakaian kata “Dirgahayu” yang salah, yang ditulis oleh bapak Yus Badudu di koran Suara Pembaruan terbitan Jumat 23 Agustus 1991. Karena tulisan beliau cukup panjang sehingga kami tidak menuliskannya ulang, silakan dibaca langsung dari kliping yang kami pindai, semoga terbaca. Namun inti dari tulisan beliau adalah masih banyak yang salah d
  • 1

    Jul

    Selamatkan Bahasa Indonesia!

    Tulisan dengan judul Taufiq Ismail: Selamatkan Bahasa Indonesia yang dimuat Kompas 30 Juni 2012 di halaman 14, cukup penting dalam hubungannya dengan pemakaian bahasa Indonesia dewasa ini. Berita tersebut merupakan liputan dari hasil diskusi tentang sastra dan bahasa media massa di Bentara Budaya Jakarta yang berlangsung pada hari Jumat 29 Juni 2012. Taufiq Ismail melakukan penelitian secara sederhana selama dua jam pada tahun 2009, ia mengamati pemakaian bahasa di media massa terutama di televisi. Dia merasa dicekoki bahasa yang tak semestinya dipakai bagi pemirsa di Indonesia. Top Nine News. Siapa pemirsa berita jam sembilan malam ini? Orang California atau penduduk kota Sydney? Kok pakai bahasa Amerika? Kan bisa memakai judul Sembilan Berita Penting, katanya. Taufiq juga mencatat
  • 25

    May

    KNKT, Golongan Menengah, dan Ketidaklulusan Siswa

    Pagi-pagi “sarapan” koran kertas (’kertas’ di sini perlu ditekankan karena makin banyaknya koran digital saat ini) Kompas di hari Jumat 25 Mei 2012 ini ternyata ada 3 pembahasan tentang bahasa Indonesia yang cukup penting juga untuk diangkat di sini. Bahasan bahasa pertama ada di bagian surat pembaca, di mana ada seorang pembaca yang mempertanyakan tentang singkatan KNKT yang sedang sering disebut-sebut terkait kasus kecelakaan SSJ100, nah bagaimana kisahnya? Mari kita pindah paragraf. :) Pembaca bernama Bapak Hasibuan itu mempertanyakan kepanjangan dari KNKT yaitu Komite Nasional Keselamatan Transportasi yang menurut beliau menyalahi aturan bahasa Indonesia yang berkaidah DM (Diterangkan Menerangkan), apalagi setelah melihat terjemahannya dalam English: National
  • 14

    Nov

    Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi ASEAN?

    Menjelang giliran Indonesia menjadi ketua ASEAN (Association of Southeast Asia Nations), dan juga target pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015, pihak Kementerian Luar Negeri RI mulai melakukan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat, salah satunya adalah komunitas para narablog atau blogger. Singkat cerita, Bahasa, please! menyempatkan diri untuk datang di salah satu acara sosialisasi tersebut yang bekerjasama dengan Blogger Bekasi, diadakan di Hotel Horison, Bekasi, pada bulan Agustus 2010 lalu. Tentu pertanyaannya, apa hubungannya sebuah blog yang membahas tentang bahasa bisa ikut-ikutan ngebahas masalah politik luar negeri? Panjang sih kalau mau ditulis pembenarannya, tapi bukankah politik luar negeri bisa berlangsung karena adanya komunikasi? Bukankah komunikasi bisa berla
  • 14

    Feb

    Tahun Baru Jigo Lak It (2561)

    Menyambut Tahun Baru Imlek, kita kembali diingatkan akan peran etnis Cina dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bagi warga etnis Betawi, kata-kata penyebutan untuk nilai rupiah dalam bahasa Cina sudah menjadi bagian dari budaya berbahasa mereka. Dahulu ketika masih ada nilai uang Rp5 (lima rupiah), orang Betawi biasa menyebutnya ‘go tun’, lalu ‘cap tun’ untuk Rp10 (sepuluh rupiah), ‘ji go’ untuk Rp 25 atau ‘ji go tun’ (dua puluh lima perak, kata ‘tun’ sama dengan perak/rupiah). Ternyata, menurut sebuah situs bernama Web Gopek www.webgopek.com (gopek = lima ratus), bahasa penyebut angka tersebut aslinya adalah bahasa Hokien yang telah mengalami proses ‘pembetawian’ atau proses adopsi dengan bahasa Melayu-Betawi, sehing
  • 6

    Nov

    Semoga tulisan pak Anton diperhatikan pemerintah

    Meski Kompas sudah sejak awal menggunakan kata ‘Rembuk Nasional’ untuk menggantikan National Summit, tapi belum membahas secara khusus hingga akhirnya pada terbitan Jumat 6 November 2009 khusus dibahas di kolom ‘Bahasa’. Adalah Anton Moeliono, yang dikenal sangat disiplin dalam soal bahasa (karena dulu penulis sempat menjadi mahasiswa beliau :D), yang akhirnya tergelitik untuk membahasnya. Sejalan dengan yang telah ditulis di blog ini tentang Pelanggaran pasal 28 UU No.24 - 2009 oleh Presiden, pak Anton juga menulis tentang pelanggaran pasal 32 tentang kewajiban penggunaan bahasa Indonesia di forum nasional. Untuk lebih lengkapnya silakan baca tulisannya yang diambil dari sini (situs kompas cetak). “National Summit”? Jumat, 6 November 2009 | 03:20 WI
  • 31

    Oct

    National Summit? Sumpah Pemuda? kelaut aja...

    Pemerintah baru saja menggelar National Summit 2009 yang membicarakan berbagai masalah negeri ini. Sayangnya pemerintah lupa bahwa memberi nama sebuah gelaran yang membahas masalah bangsa tidak dengan kebanggaan sebagai bangsa itu sendiri. Padahal baru saja memperingati Sumpah Pemuda yang salah satu isinya berbunyi: KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA. (lihat lengkapnya di sini) Terima kasih kepada harian Kompas yang tetap bangga memakai “Rembuk Nasional” (lihat beritanya & gambar di atas diambil di sini) ketimbang National Summit yang sungguh sangat melukai perasaan Bahasa Indonesia, jika diibaratkan sebagai manusia. Mungkin jika kita tanya kepada pemerintah, “Pak, Bu, apa pemberian nama itu tidak bertent
  • 26

    Oct

    Presiden RI melanggar UU No. 24 Tahun 2009??

    Jangan salah, meski judulnya tentang pelanggaran Undang-undang, tapi tulisan ini tidak akan membahas tentang politik, karena memang UU No. 24 Tahun 2009 itu adalah UU tentang BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN. Bahasa Indonesia menempati Bab 3, terdiri dari 20 pasal (pasal 25 hingga pasal 45). UU tersebut bisa diunduh di sini Pelantikan Presiden Republik Indonesia baru saja berlangsung (20/10/2009), yang langsung diikuti dengan pelantikan para menterinya selang beberapa hari kemudian. Dalam rangka membekali para pembantunya tersebut, Presiden SBY dalam sidang kabinet paripurna pertama periode kedua pemerintahannya Jumat (23/10/2009) lalu, memberi slogan atau semboyan bagi para menterinya. Slogan pertama adalah Change and Continuity (perubahan dan keberlanj
  • 18

    May

    SLOGAN PARA CALON PRESIDEN

    Meski agak gemas menyaksikan tingkah polah para elit politik yang seakan haus kekuasaan, tapi memperhatikan slogan yang mereka ciptakan sepertinya lucu juga jika dibahas di sini. Urutannya berdasarkan pernyataan pers mereka pada tanggal 15 Mei 2009 lalu. Jusuf Kalla sepertinya ingin bersikap konsisten dengan slogannya LEBIH CEPAT LEBIH BAIK sehingga ia paling dahulu mengumumkan kesiapannya untuk maju ke pertarungan pemilihan presiden dengan menggandeng Wiranto, sehingga simbol pengucapannya jadi JK-WIN. Pastilah Anda mahfum kenapa singkatannya bukannya JK-WIR? Karena siapapun yang ikut kompetisi pastilah berharap menang alias win. JK tetap membedakan antara merek dan slogan (brand & tagline). Dengan merek JK-WIN, slogannya tetap Lebih Cepat Lebih Baik. Sebuah slogan yang tampaknya ben
  • 10

    Apr

    electoral quick threshold judicial real review count

    ISTILAH-ISTILAH (ASING) DI MASA PEMILU Jakarta (ANTARA News) - Forum 17 partai politik (parpol) yang pada pemilu 2004 meraih suara kurang dari tiga persen (tidak lulus “electoral threshold“) pada Rabu (13/6) mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengajukan judicial review (uji materi) pasal 9 ayat (1) dan ayat (2) UU No.12 tahun 2003 tentang Pemilu terhadap UUD 1945. (dikutip dari http://www.antara.co.id) Jangan percaya dulu dengan hasil quick count lembaga survei. Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakin real count KPU lebih akurat daripada quick count yang digelar berbagai lembaga survei. (dikutip dari http://pemilu.detiknews.com) Itulah salah dua contoh pemberitaan selama masa menjelang hingga berlangsungnya Pemilu Indonesia 2009. Perhatikan kata yang ditulis miring. Saking
- Next

Author

Follow Me