• 3

    May

    Kata-kata Peninggalan Portugis

    Ternyata memang tidak hanya Belanda yang punya kontribusi dalam membentuk bahasa Indonesia, tapi juga Portugis, sebuah negara di bagian selatan Eropa yang tidak pernah menjajah Indonesia secara keseluruhan, tapi punya cukup andil dalam meninggalkan kata-kata serapan di negeri ini dengan bahasanya yang merupakan satu rumpun bahkan satu kelompok dengan bahasa Spanyol yang memang mirip-mirip dalam pengucapannya. Artikel ini dibuat setelah membaca koran cetak Kompas minggu (3/5/2015) yang memuat sebuah berita berjudul “300 Kata Serapan Dari Portugis” (lihat lampiran di bawah ini) Jika kita melihat contoh dari kata-kata yang ditulis di tulisan tersebut di atas, sebagian besar adalah nama-nama benda yang selalu kita jumpai setiap hari seperti: meja, sepatu, jendela, bola,
  • 22

    Oct

    Kata-kata Peninggalan Belanda

    “Kebakaran! Kebakaran! Panggil branwir, panggil branwir, cepaat…!” Begitulah teriakan orang-orang yang panik ketika melihat ada kebakaran, mereka menyebut branwir yang maksudnya adalah petugas pemadam kebakaran. Kata tersebut berasal dari bahasa Belanda brandweer yang memang berarti petugas pemadam kebakaran. “Mobil branwir dengan bebas menerobos masuk ke jalan verboden.” Nah, yang ini juga salah satu kata asing peninggalan Belanda yang sering disebut-sebut. Verboden biasanya diucapkan ketika melihat tanda dilarang masuk ke suatu jalan atau kawasan, karena memang artinya adalah dilarang masuk. “Beberapa orang berusaha untuk memadamkan api dengan menggunakan air yang diisi ke dalam waskom.” Apa itu waskom? Kata dari bahasa Belanda ini mengalami
  • 23

    Oct

    Yovie, Bahasa Indonesia, dan Kiprah Internasional

    Jika kita membuka harian Kompas edisi 21 Oktober 2013 halaman 32 di bagian rubrik Nama & Peristiwa, di sisi paling kanan akan terlihat seorang tokoh musisi kenamaan Yovie Widianto dengan tulisan judul “Bahasa Indonesia” di bawah fotonya (lihat gambar), yang merupakan bagian dari artikel tentang dirinya. Apa hubungannya antara Yovie dan Bahasa Indonesia? Pastinya berhubungan erat, karena Yovie banyak menciptakan lagu dalam bahasa Indonesia. Tapi apa yang istimewa sehingga perlu diangkat dalam artikel tersebut? Mari kita baca paragraf terakhir tulisan tersebut: Untuk go international, sejak 15 tahun lalu Yovie yakin penyanyi Indonesia tidak perlu memakai bahasa Inggris, bahasa Indonesia pun bisa mendunia. Lihat saja kiprah penyanyi Korea. Lagu-lagu mereka bukan dalam b
  • 2

    Jul

    Pascanonton Iklan Produk Pascabayar

    “Jadi orang gede menyenangkan, tapi susah dijalanin.” Begitulah sebaris kalimat yang diucapkan oleh seorang anak kecil di sebuah iklan operator GSM selular. Iklan yang cukup menarik, yang akhir-akhir ini sedang rajin beredar di hampir seluruh stasiun televisi tanah air. Namun ada kalimat penutup iklan tersebut yang agak menggelitik pendengaran. Kalimat yang juga sekaligus menjadi slogan dari produk yang diiklankan, “Indi+, layanan prabayar, kenyamanan paskabayar.” Begitulah suara anak kecil mengakhiri iklan yang dibuat dalam beberapa versi tersebut. Sayangnya, ada salah pengucapan di situ. Pengucapan paska dalam frasa pascabayar sudah jelas tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. Pengucapan dalam bahasa Indonesia sejak dahulu kita tahu bahwa huruf &#
  • 1

    Jul

    Selamatkan Bahasa Indonesia!

    Tulisan dengan judul Taufiq Ismail: Selamatkan Bahasa Indonesia yang dimuat Kompas 30 Juni 2012 di halaman 14, cukup penting dalam hubungannya dengan pemakaian bahasa Indonesia dewasa ini. Berita tersebut merupakan liputan dari hasil diskusi tentang sastra dan bahasa media massa di Bentara Budaya Jakarta yang berlangsung pada hari Jumat 29 Juni 2012. Taufiq Ismail melakukan penelitian secara sederhana selama dua jam pada tahun 2009, ia mengamati pemakaian bahasa di media massa terutama di televisi. Dia merasa dicekoki bahasa yang tak semestinya dipakai bagi pemirsa di Indonesia. Top Nine News. Siapa pemirsa berita jam sembilan malam ini? Orang California atau penduduk kota Sydney? Kok pakai bahasa Amerika? Kan bisa memakai judul Sembilan Berita Penting, katanya. Taufiq juga mencatat
  • 5

    Dec

    Jambore Nasional Bahasa, memang ada Pramuka bahasa?

    Pada tanggal 29 November hingga 3 Desember 2011 lalu diselenggarakan JAMBORE NASIONAL BAHASA & SASTRA 2011 yang bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur. Acara yang dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan & Kebudayaan Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, Ph.D. ini intinya adalah untuk lebih memberi tempat bagi Bahasa Indonesia & Sastra Indonesia untuk lebih eksis dan berkembang, kalau bahasa entengnya: “Pokoknya pemerintah nggak nyuekin Bahasa Indonesia deh, ini kita bikinin acara nih biar lebih diperhatikan dan lebih baik…” Sampai di situ tadi, tidak ada masalah dengan acara ini, apalagi bertujuan sangat positif. Namun yang sedikit ngganjel adalah masalah kata ‘jambore’. Bagi sebagian besar orang memang jika menemukan kata ini langsung berkonotasi dengan keberada
  • 8

    Mar

    Ubah Kebiasaan Rubah di Twitter

    Mungkin sidang pembaca yang budiman sudah bosan jika blog ini lagi-lagi membahas masalah pemakaian kata ubah yang sering menjadi rubah, jika lagi-lagi menangkap bukti kesalahan penggunaan kata ubah. Tapi memang itu harus dilakukan guna mengingatkan kita semua karena kesalahan itu selalu terjadi berulang-ulang, bahkan dilakukan oleh pihak-pihak yang seharusnya tidak boleh melakukan kesalahan tersebut. Penyebaran kesalahan rubah kini justru makin menjadi-jadi, apalagi sejak mulai marak yang namanya sosial media. Para ‘seleb‘ berbondong-bondong menulis di sosial media, terutama Twitter. Namun sayangnya, kicauan mereka seringkali tidak memerhatikan kaidah berbahasa yang baik dan benar, bukan berarti mereka wajib menulis dalam bahasa formal, tetapi tetap harus disesuaikan denga
  • 14

    Nov

    Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi ASEAN?

    Menjelang giliran Indonesia menjadi ketua ASEAN (Association of Southeast Asia Nations), dan juga target pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015, pihak Kementerian Luar Negeri RI mulai melakukan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat, salah satunya adalah komunitas para narablog atau blogger. Singkat cerita, Bahasa, please! menyempatkan diri untuk datang di salah satu acara sosialisasi tersebut yang bekerjasama dengan Blogger Bekasi, diadakan di Hotel Horison, Bekasi, pada bulan Agustus 2010 lalu. Tentu pertanyaannya, apa hubungannya sebuah blog yang membahas tentang bahasa bisa ikut-ikutan ngebahas masalah politik luar negeri? Panjang sih kalau mau ditulis pembenarannya, tapi bukankah politik luar negeri bisa berlangsung karena adanya komunikasi? Bukankah komunikasi bisa berla
  • 9

    May

    ucapan duka kenapa musti pakai cita?

    Sebenarnya ide tulisan ini adalah dari rubrik bahasa harian Kompas pada tanggal 7 Mei 2010. Di rubrik yang berjudul “Bahasa dan Kematian” itu sang penulis, Samsudin Berlian, memaparkan tentang berbagai bahasa yang dipakai oleh agama-agama yang ada di Indonesia ini. Sayang, pak Berlian tidak membahas tentang bahasa pasaran umum yang hampir selalu dipakai ketika kita melayat: “Turut berduka cita!” Nah, ini dia… kenapa juga ungkapan berduka musti diakhiri dengan kata “cita”? Bukankah kata ‘cita’ itu lebih mengarah ke keadaan yang gembira? Kalau begitu mari kita lihat KBBI Daring tentang kata ‘cita’ yang ternyata punya dua arti: cita (1) n 1 rasa; perasaan hati; 2 kl cipta; 3 cita-cita; 4 cinta; 5 ide; gagasan; – rasa 1
  • 9

    Apr

    car free day = mobil bebas hari?

    Supir taksi kok nggak tahu yang namanya car free day! tulis seorang teman di jaringan Twitter. Memang agak aneh jika seorang supir yang setiap hari hidupnya ada di jalan bisa tidak tahu yang namanya car free day, yang sangat berhubungan dengan bidang pekerjaannya. Apa sih car free day itu? Dalam bahasa Indonesia terjemahan bebasnya adalah Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Sebuah program dunia yang bertujuan menekan polusi yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor. Bermula di negara-negara kawasan Eropa pada akhir dekade 90-an (1997 2000) dan mulai masuk ke Indonesia pada tahun 2007, tepatnya di uji coba di DKI Jakarta pada bulan Juni. Lalu, mengapa sang pengemudi taksi itu tidak tahu akan adanya car free day? Kemungkinannya banyak, bisa jadi karena dia anak baru di dunia pertaksian Jak
- Next

Author

Follow Me